Main Menu
H O M E
ABOUT ME
SEJARAH GAFEKSI
PENGURUS DPW GAFEKSI
STAFF SEKRETARIAT
PENGURUS PKH JUANDA
S E A R C H ...
DPW - DPC
INFO KURS
CONTACT US
CHAT ON LINE
Chat KABID Kepelabuhanan
WARTA GAFEKSI
Warta No.90/Juli 2009
Warta No.89/Juni 2009
Warta N0. 88 Mei 2009
Warta No. 87 April 2009
Warta No. 86 Maret 2009
Warta No85/Feb. 2009
Warta No. 84 Januari 2009
DAFTAR ANGGOTA
Anggota A - B - C
Anggota D - E- F
Anggota G - H - I
Anggota J - K - L
Anggota M - N - O
Anggota P - Q- R
Angt. S-T-U-W-X-Y-Z
Anggota PKH Juanda
PENGETAHUAN
S T C
INCOTERMS 2000
FREIGHT FOR. DOCUMEN.
Download
Incoterms 2000
LINKS WEB TERKAIT
F I A T A
F A P A A
A F F A
I F C B A
BEA & CUKAI
PT. PELINDO III
PT. T P S
DEPAR. PERHUBUNGAN
DEPARTEMEN KEUANGAN
GPEI JAWA TIMUR
KADIN JAWA TIMIUR
Jajak Pendapat
Web Site Ini Menurut Anda
 
Warta Gafeksi No. 88/Mei 2009

cover

Editorial (OPTIMISME)

KA Petikemas Berlian Jaya, Tanjung Perak ( Surabaya ) -
Tanjung Priok ( Jakarta ) Beroperasi Awal Mei 2009

Meski Volume Kargo Udara Nasional Naik 2,05%
Volume Kargo Udara Juanda Malah Turun 10 %

Suramadu Menjadi Tol Namun Dapat Dilintasi Roda 2

SERTIJAB KABIRO HUKUM PELINDO III

PROSPEK &  PELUANG  DI  TENAU  KUPANG

Peserta Kursus (DANGEROUS GOODS REGULATION)

_________________________________________________________

Editorial (OPTIMESME)
Dalam enam bulan kedepan masih banyak yang memprediksi dunia usaha masih belum lepas dari lilitan krisis keuangan global yang sudah merambah ke berbagai negara. Termasuk Indonesia mulai merasakan dampak gelombang krisis ini, khususnya semakin menurunnya volume ekspor pada negara kawasan Amerika dan Eropa sebagai kawasan yang potensial bagi sasaran ekspor komoditi Indonesia.
Selama kawasan negara-negara sasaran komoditi ekspor Indonesia masih mengalami penurunan permintaan, maka seluruh kegiatan produksi yang bertujuan ekspor juga akan mengalami penurunan. Tentunya penurunan ini akan berakibat pada semakin berkurangnya tenaga kerja yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi.
Namun apakah kondisi ini akan harus menyurutkan langkah untuk terus melakukan pembenahan dan penataan disetiap aspek kegiatan ekonomi? Tentunya tidak tepat kalau langkah perkonomian justru melambat di seluruh sektor, memang secara faktual ada perlemahan di sektor tertentu khususnya sektor riil dan jasa. Namun di sisi infra struktur justru terus dikebut penambahan fasilitasnya untuk meningkatkan daya topang perekonomian.
Ambil contoh Jembatan Surabaya – Madura (SURAMADU) yang akan diresmikan di medio Juni 2009, infra struktur ini akan mempercepat lalu lintas barang dan orang sekaligus akan mempercepat pula pertumbuhan di kawasan Madura dari sisi kegiatan ekonomi dan pendapatan masyarakat.
Kebijakan Gubernur Jawa Timur dalam 100 hari pertamanya adalah memperbaiki seluruh jalan-jalan di Jawa Timur yang rusak parah dan diikuti dengan kebijakan memfungsikan Jembatan Timbang dengan ketat guna menjadi filter pertama untuk memelihara umur jalan lebih panjang dari kendaraan yang kelebihan beban muatan.
Optimisme lain, adalah dibukanya jalur transportasi jalan kereta api sebagai alternatif angkutan container dari Surabaya – Jakarta dan sebaliknya. Layanan jasa ini di keluarkan oleh PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI). Dengan dibukanya jalur layanan ini, maka akan memberikan banyak pilihan pada pemilik barang untuk menetukan titik muat dari barangnya yang akan diekspor atau titik mana barang impornya akan diterima. Artinya, selalu dimungkinkan peluang akan terbuka apabila kreatifitas dapat dengan jeli dibaca.
Demikian pula PT (Persero) PELINDO III akan memaksimalkan peran dan fungsi Pelabuhan Tenau – Kupang, yang selama ini lebih banyak berfungsi sebagai pelabuhan bongkar. Diharapkan pihak PT (Persero) PELINDO III Cabang Tenau-Kupang dapat memaksimalkan kinerja dan kreatifitasnya sehingga dapat bergerak maju mendekati sama dengan yang telah dilakukan oleh PT BJTI dan TPS.
Ilustrasi dari pola semangat yang dikembangkan seperti di atas, adalah wujud tidak mau menyerah terhadap realitas yang lingkungan yang justru melemahkan. Apapun yang dilakukan oleh pelaku usaha dan pemerintah di saat krisis ini adalah sangat berharga sekali, dalam memberikan landasan pijak bagi perekonomian.
Semangat dan optimisme adalah kata kunci untuk tidak pernah ada kata menyerah dengan keadaan seburuk apapun kondisi perekonomian domestik ataupun internasional. Memang harus melakukan kalkulasi yang cermat sebelum mengambil keputusan untuk melakukan terobosan kreatifitas diberbagai bidang usaha yang memiliki peluang untuk bergerak ditengah-tengah krisis.
Mungkin ada pemeo lama yang dikemas ulang dapat dijadikan bahan rujukan yaitu, “Sekali Layar Terkembang Tidak Akan Pulang Sebelum Membawa Uang” (guslim-mei'09)

__________________________

KA Petikemas

KA Petikemas Berlian Jaya, Tanjung Perak ( Surabaya ) -

Tanjung Priok ( Jakarta ) Beroperasi Awal Mei 2009

PT Kereta Api (KA) berencana akan menjadikan Stasiun Kalimas sebagai hub station container (pusat angkutan KA petikemas) di wilayah Jawa Timur menyusul mulai dioperasikanya KA Petikemas Berlian Jaya yang melayani rute Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya - Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Sementara itu KA Petikemas Berlian Jaya sendiri merupakan hasil kerjasama antara PT Kereta Api (KA) dan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) yang merupakan anak perusahaan PT pelabuhan Indonesia III. Satu rangkaian KA petikemas terdiri atas 20 gerbong dengan kapasitas angkut 20-40  kontainer yang untuk sementara jadwal beroperasinya dua hari sekali.
Disisi lain, potensi petikemas yang bisa diangkuta dengan trayek Surabaya-Jakarta tercatat 1.000 kontainer, berarti dengan hanya berkapasitas 20 petikemas maka total potensi layanan petikemas yang bisa terangkut baru sekitar 2%-4% saja.
Kepala Humas PT KA Daerah Operasi (Daops) VIII Sugeng Priyono menegaskan pihaknya merencanakan pengembangan Stasiun Kalimas menjadi pusat layanan angkutan KA petikemas di Jatim akan dilakukan dalam jangka waktu beberapa tahun kedepan.
“Upaya itu untuk memaksimalkan bisnis layanan angkutan petikemas bagi manajemen PT KA, ini dilakukan setelah keberhasilan PT KA bekerjasama dengan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia [BJTI] dalam mengoperasikan KA Petikemas yang kini diberi nama Berlian Jaya,” ungkap Sugeng kepada wartagafeksi belum lama ini.
KA petikemas Berlian Jaya sendiri, lanjut dia, dioperasikan untuk pertama kali pada Jumat, 1 Mei 2009 dan rangkaian lokomotif dengan 20 gerbong yang mengangkat sekitar 40 petikemas itu diberangkatkan pada pukul 20.00. Rangkaian KA petikemas itu beroperasi dari Stasiun Kalimas ( Surabaya ) menuju stasiun Sungai Labuhan ( Jakarta ) dengan jadwal tahap awal dua hari sekali.
“Menurut informasi BJTI bila potensi angkutan petikemas untuk trayek Surabaya-Jakarta bisa mencapai 1.000 unit kontainer per hari. Ini baru yang berlokasi di Pelabuhan Perak saja, padahal volume kontainer untuk trayek itu dari sejumlah sentra industri di jatim sangat besar pula. Wajar sekali bila kemudian dibutuhkan pusat layanan KA kontainer dan dipilih stasiun Kalimas,” ungkapnya.
Sugeng menjelaskan hingga kini sejumlah fasilitas layanan petikemas yang dioperasikan PT KA di Jatim berada di Stasiun Bangil (Kabupaten Pasuruan, Stasiun Rambipuji (Kab. Jember), Stasiun Banyuwangi, Stasiun Waru (Kab.Sidoarjo)
“Bahkan pada suatu kesempatan, awal Januari 2009, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan berencana menghidupkan kembali jalur rel Kalisat-Situbondo untuk mengantisipasi pengembangan pelabuhan Situbondo kedepan. Pengembangan pelabuhan itu tentunya akan membuka peluang layanan petikemas dan itu yang akan diantispasi juga oleh PT KA,” jelasnya.
Sugeng menjelaskan untuk sementara karena masih satu train-set jadwal beroperasinya KA petikemas Berlian Jaya baru dua hari sekali.
“Pada tanggal ganjil berangkat dari Surabaya dan tanggal genap berangkat dari Stasiun Sungai Labuhan, Tanjung Priok [ Jakarta ]. Untuk sementara proses handling petikemas KA Berlian Jaya bisa dilakukan di fasilitas petikemas milik Daops VIII di Jalan Prapat Kurung. Meski demikian, proses handling juga dapat dilakukan di stasiun Kalimas, karena setiap pemberangkatan akan dilakukan dari stasiun tersebut,” tegasnya.
Sugeng mengakui proses pengoperasian KA petikemas ini masih belum maksimal dan baru taraf ujicoba hingga Juli 2009.
“Rencananya bila pasarnya bagus maka akan ditingkatkan jadwalnya menjadi satu hari sekali. Rencana itu menunggu proses pengadaan lokomotif sehingga akan ada dua unit rangkaian KA Petikemas Berlian-Jaya,” terangnya.
Data yang dihimpun wartagafeksi, KA Petikemas Berlian Jaya di Surabaya, berangkat dan melakukan bongkar muat di Stasiun Prapat Kurung atau Kalimas dan semuanya dikelola oleh PT BJTI. Sedangkan di Jakarta dilakukan di Stasiun Jalan Pasoso menggunakan areal milik PT Multi Terminal Indonesia (MTI) pelabuhan Tanjung Perak.
KA Petikemas tersebut dapat mengangkut peti kemas domestik dan internasional melalui transshipment (pemindahan muatan antarkapal) di Tanjung Priok ataupun Tanjung Perak.
 
Potensi 1.000 Kontainer
Direktur Utama PT BJTI Rachmat Satria menegaskan potensi kontainer untuk trayek Surabaya-Jakarta menurut hasil kajian pihaknya mencapai 1.000 kontainer per hari.
“Artinya bila berbicara pasar sangat besar sekali terhadap layanan KA petikemas tersebut. Dengan hanya berjadwal dua hari sekali dan berkapasitas angkut hanya 20-40 kontainer maka potensi itu baru tergarap sekitar 2-4% saja,” kata Rachmat kepada Bisnis, kemarin.
Dia menambahkan untuk mengangkut kapasitas 1.000 kontainer tersebut maka idealnya ada jadwal 50 rangkaian KA Petikemas per hari- nya.
“Konsep KA petikemas dengan jadwal 50 rangkaian per hari mestinya harus segera diupayakan oleh manajemen PT KA. Bila memungkinkan jadwal ideal itu bisa dipenuhi selama tiga tahun kedepan [2011]. Ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi manajemen PT KA,” ungkapnya.
Untuk layanan petikemas baru ini, kata Rachmat, BJTI menetapkan tarif port to port (Tanjung Perak- Tanjung Priok) sebesar Rp1,25 juta per boks ukuran 20 kaki penuh.
"Tarif ini masih jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan truk dan kapal laut. Demikian juga soal kecepatan menggunakan kereta tidak kalah dengan moda angkutan lain," tuturnya.
Sebagai contoh, ungkap Rachmat, untuk angkutan peti kemas menggunakan truk Jakarta-Surabaya mencapai Rp3 juta dan dalam perjalanan juga sering mengalami hambatan karena kemacetan di jalan raya.
Kunggulan kereta api, lanjutnya, selain tarif relatif murah dan barang terjamin lebih aman, barang juga cepat sampai ketujuan. Di samping itu, ada kepastian untuk connecting dengan jadwal pengapalan peti kemas di Tanjung Priok dan Tanjung Perak
Disisi lain, Sugeng menyatakan target pengoperasian jadwal 50 rangkaian KA petikemas jurusan Kalimas           (Surabaya) - Sungai Labuhan         (Jakarta) tetap menjadi fokus kebijakan PT KA kedepan. Namun realisasi tersebut masih tergantung dengan proses penyediaan sarana dan prasarana.
“Perlu lokomotif dalam jumlah besar untuk memenuhi harapan pelaku usaha tersebut, selain itu juga terkait dengan jaringan rel doble track [jalur rel ganda] yang diharapkan dalam waktu dekat proses pe-ngembangannya selesai hingga Surabaya . Karena penyediaan doble track akan memudahkan proses pengoperasian KA Petikemas dalam jumlah besar,” ujarnya.
Dari pantauan wartagafeksi, pengoperasian KA Petikemas Berlian Jaya ini akan sangat prosepektif mengingat pemerintah akan segera menerapkan secara ketat regulasi zero tonase yang akan membuat armada angkutan darat khususnya untuk petikemas bakal mengalami kesulitan dalam bersaing. Ini seandainya harga layanan petikemas trayek Surabaya-Jakarta dengan KA petikemas jauh lebih murah.
Dengan keberadaan KA petikemas ini jelas akan berpengaruh besar bagi armada Organda, padahal dengan kondisi krisis finansial yang ada dari 6.000 armada Organda Khusus Tanjung perak yang beropreasi hanya berkisar 2.500-3.000 unit kendaraan. Tentunya bakal ada persaingan yang ketat untuk memperabutkan kua angkutan petikemas di Tanjung perak.
 
Butuh Subsidi
Kondisi itu terbukti dengan adanya permintaan subsidi yang diajukan Organda Angkutan Khusus Pelabuhan DKI Jakarta.
Dari berita yang dikutip dari Bisnis Indonesia, Jumat, 8 Mei 2009 menyatakan bila Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) DKI Jakarta meminta pemerintah segera memberikan stimulus berupa subsidi atas impor suku cadang bagi armada pengangkut peti kemas dari dan ke pelabuhan.
Ketua Organda Angsuspel DKI Jakarta Soedirman mengatakan sekitar 90% dari 12.000 armada pengangkut peti kemas yang beroperasi dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok saat ini dalam kondisi memprihatinkan.
Menurut dia, kondisi armada itu mayoritas sudah tidak lagi laik operasi akibat sebagian besar suku cadang yang digunakan hanya tambal sulam karena kesulitan menyediakan komponen baru.
"Saat ini, pengusaha angkutan sudah tidak mampu lagi menyediakan suku cadang yang seluruhnya harus impor. Selain harganya sangat mahal, volume order angkutan saat ini terus menurun akibat sepinya muatan ekspor impor dari pelabuhan," ujarnya kepada pers belum lama ini.
Dia menegaskan jika kondisi itu dibiarkan, tidak menutup kemungkinan pada 2010 sebagian besar armada tersebut benar-benar tidak bisa beroperasi lagi.
"Karena itu kami berharap pemerintah dan instansi terkait memberikan keringanan berbentuk subsidi untuk impor suku cadang tersebut. Jangan sampai armada yang ada saat ini menjadi barang rongsokan karena akan mengganggu distribusi perdagangan melalui pelabuhan," katanya.

Belum Direspons
Soedirman memaparkan Organda Angsuspel DKI sudah cukup lama menyampaikan persoalan ini kepada instansi terkait, seperti Departemen Perhubungan, Departemen Keuangan, Departemen Perindustrian, dan Departemen Perdagangan, tetapi hingga kini belum direspons.
Menurut dia, Organda Angsuspel siap melakukan pengawasan terhadap seluruh anggotanya jika fasilitas subsidi impor suku cadang itu diberikan oleh pemerintah.
Selain itu, paparnya, bisa saja pemerintah memberikan subsidi dengan mengurangi nilai pajak kendaraan armada pengangkut peti kemas tersebut. (wartagafeksi/hd)


__________________________

kargo_air

Meski Volume Kargo Udara Nasional Naik 2,05%
Volume Kargo Udara Juanda Malah Turun 10 %

Volume kargo udara yang melalui Bandara Juanda pada Maret-April 2009 mengalami penurunan sekitar 10%, tercatat kargo udara yang masuk turun dari biasanya sebesar 1,7 juta kg menjadi 1,3 juta kg sedangkan kargo udara yang keluar dari 2,4 juta kg turun menjadi 2,1 juta kg.
Sementara itu data Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan I/2009 (Januari-Maret) menunjukkan bila volume kargo udara untuk penerbangan secara nasional mengalami peningkatan sebesar 2,05%.
Ketua Gafeksi Perwakilan Khusus Bandara Juanda, Sigit Pramudya mengakui kebenaran bila volume kargo udara melalui Bandara Juanda turun.
”Jadi bila ada informasi bahwa kargo udara naik, maka kenyataannya di bandara Juanda malah mengalami penurunan sebesar 10%,” kata Sigit kepada pers disela-sela pembukaan gerai layanan tiket Citilink di Surabaya, belum lama ini.
Secara khusus Sigit menjelaskan pada 2008 lalu volume kargo udara baik incoming maupun outcoming mengalami peningkatan sebesar 20%.
”Harapannya pada 2009 ini capaian volume kargo udara dapat menyamai kondisi 2008 dengan adanya kenaikan 20%, meski kini tengah menurun namun ada harapan bakal dapat meningkat dengan rencana adanya penerbangan China Airlines ke Juanda dengan jadwal day flight [setiap hari],” ungkapnya.
Secara khusus Sigit menerangkan penurunan arus kargo incoming terjadi dari 1,7 juta kg menjadi 1,3 juta kg, sedangkan untuk arur out coming kargo juga turun dari 2,4 juta kg menjadi 2,1 juta kg.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik pada triwulan I/2009 tercatat ada peningkatan arus volume kargo udara sebesar 2,05% secara nasional dibandingkan capaian kargo udara pada periode sama tahun sebelumnya.
Pada periode Januari-Maret 2009, volume kargo udara terkirim mencapai 101.126 ton, sedangkan pada periode sama tahun sebelumnya volumenya mencapai 99.091 ton. Namun penurunan terjadi pada pengiriman kargo domestik sebesar 3,19% menjadi 56.667 ton.
Sedangkan kargo udara internasional tercatat meningkat 9,63% dan kini sebesar 44.459 ton.
Sekjen Indonesian National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanuddin mengaku terkejut dengan kenaikan ini, khususnya kargo ekspor.
"Saya rasa bisa saja volume meningkat karena maskapai menurunkan tarif pengiriman, tetapi jumlah barang yang terkirim pastinya tidak banyak. Pengiriman di dalam negeri kemungkinan terbantu pemilu pada tahun ini," ujar Burhanuddin seperti dikutip dari Bisnis Indonesia , Kamis, 7 Mei 2009.
Heru Sutomo, Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM), menjelaskan bisnis pengiriman kargo udara termasuk baru di Indonesia, sehingga maskapai rela mengesampingkan keuntungan dan lebih memilih untuk menumbuhkan pasar.
Selain itu, lanjutnya, tarif pengiriman lewat udara semakin terjangkau sehingga konsumen lebih memilih pesawat dibandingkan dengan menggunakan kapal atau angkutan darat.
"Bisnis pengiriman kargo udara diperkirakan masih akan tumbuh pada tahun-tahun mendatang karena pasar masih kecil. Kapasitas bagasi di pesawat juga masih cukup tersedia," katanya.
Ketua Gabungan Forwarder, Logistik, dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Bandara Soekarno-Hatta Arman Yahya menuturkan saat ini tarif pengiriman kargo udara lebih rendah sekitar 50% dibandingkan dengan tarif saat sebelum krisis ekonomi global.
Dalam keadaan normal, tuturnya, maskapai akan menaikkan tarif pengiriman karena kapasitas bagasi pesawat sudah maksimal, tetapi sekarang justru sebaliknya karena masih ada ruang yang tersisa. 
Namun, lanjut Arman, dalam sepekan terakhir tarif diperkirakan mulai naik sehingga diharapkan kembali normal.

Maskapai Tetap Incar Pasar Penumpang Jatim
Meski angkutan kargi udara di Bandara Juanda menurun namun tidak membuat maskapai penerbangan untuk angkutan penumpang menghentikan upaya menggarap pasar Surabaya dan Jawa Timur yang dinilai sangat potensial.
Terbukti dengan adanya dua maskapai yang kini getol melakukan proses penetrasi pasar transportasi udara di Jatim. Kedua maskapai itu adalah Citilink dan Malaysia Airlines. Citilink sebagai maskapai yang bakal memisahkan diri dari Garuda Indonesia menambah satu gerai layanan tiket sehingga kini totalnya 3 gerai, sedangkan Malaysia Airlines melakukan promosi gencar melalui ajang Malaysia Airlines Travel Fair (MATF) yang digelar di Pakuwon Supermall Surabaya mulai 8-18 Mei 2009.
Vice President Citilink Joseph A Saul menegaskan setelah manajemen menetapkan Surabaya sebagai home base Citilink maka keseriusan menggarap pasar Surabaya dan Jatim semakin gencar termasuk dengan memberikan kemudahan dan kenyamanan layanan.
“Pembukaan outlet ticketing di Jalan Karimun Jawa, Surabaya ini menjadikan layanan reservasi tiket Citilink di kota tersebut menjadi tiga unit. Dua gerai lainnya yang telah beroperasi berada di Bandara Juanda serta City of Tomorrow. Langkah itu untuk semakin memberikan layanan berkualitas bagi konsumen dan pelanggan Citilink,” kata Saul kepada pers seusai pembukaan outlet ke-3 untuk layanan tiket di Surabaya, belum lama ini.
Proses penggarapan pasar di Jatim dan kawasan timur Indonesia, lanjut dia, dilakukan seiring rencana besar manajemen menambah armada pesawat menjadi 10 unit dari yang kini dioperasikan sebanyak 3 unit.
”Memperkuat layanan guna meraih pangsa Surabaya bakal terlihat dengan pembukaan rute baru seperti Surabaya-Semarang, Surabaya-Bandung, Surabaya-Denpasar, Surabaya-Mataram. Khusus KTI juga akan ada pembukaan rute baru yaitu Makasar-Gorontalo, Makasar-Palu dan Makasar-Manado,” ungkapnya.
District Manager Surabaya Malaysia Airlines, Zainal Abidin Sulaiman menegaskan pihaknya sengaja menggelar MATF untuk meningkatkan promosi guna meraih konsumen.
”Kegiatan MATF ini telah rutin dilakukan dan dinilai efektif dalam meningkatkan load factor penerbangan Malaysia Airlines, karena load factor Malaysia Airlines yang awalnya mencapai 70%-75% pada awal 2009 ini sempat turun 10%-15%. Event MATF yang juga sempat digelar pada Februari 2009 ternyata efektif dan kini telah ada terasa dengan ada peningkatan load factor hingga 5%,” kata Zainal kepada pers, kemarin.
Zainal menyebutkan penumpang asal Surabaya yang teklah dilayani Malaysia Airlines telah bernilai signifikan karena berkontribusi sebesar 15% dari total penumpang di Indonesia yang diangkut maskapai itu sebanyak 200 juta.
Dalam ajang promosi di MATF itu, pihak Malaysia Airlines bekerja sama dengan delapan travel agent berupaya menarik minat konsumen di Surabaya untuk meraih tiket kelas V yang dijual dengan discount khusus,  dimana tiket yang dibeli dapat ke semua jurusan dengan harga spesial. (Wartagafeksi/hd)


_____________________

ruas suramadu

Suramadu Menjadi Tol Namun Dapat Dilintasi Roda 2

Komisi V DPR akan mendorong diterbitkannya aturan khusus guna memperbolehkan kendaraan roda dua untuk dapat melintasi Jembatan Surabaya-Madura yang akan diberlakukan sebagai fasilitas jalan tol menyusul aturan lama moda transportasi itu dilarang melintasi ruas jalan tol.
Sementara itu sejumlah pelaku usaha yang menggantungkan hidupnya dari indutri penyeberangan Ujung-Kamal mendesak pemerintah agar memperhatikan nasibnya terkait akan dioperasikannya jembatan Suramadu yang dipastikan akan menggerus penghasilan usahanya.
Disisi lain progres pembangunan sejumlah ruas tol di Jatim mengalami hambatan dalam proses pengadaan tanah sehingga cenderung menglami kemoloran.
Wakil Ketua Komisi V DPR Hardi Soesilo menyatakan pihaknya dan pemerintah berkepentingan  untuk segera membuat aturan khusus yang menganut azas lex specialis sebagai payung hukum untuk diperbolehkannya kendaraan roda dua melintasi jembatan Suramadu.
“Suramadu dipastikan sebagai ruas tol, maka butuh aturan khusus karena aturan sebelumnya sepeda motor tidak diperbolehkan melintasi ruas tol. Suramadu khan dibangun dengan APBN dan APBD maka seyogyanya bisa juga dilintasi sepeda motor,” kata Hardi saat melakukan kunjungan kerja ke Surabaya dan Sidoarjo, akhir pekan lalu.
Hardi berharap aturan itu dapat selesai sebelum Suramadu dioperasikan.
Data yang dihimpun wartagafeksi, aturan yang melarang sepeda motor melintasi ruas tol terdapat dalam  Peraturan Pemerintah No.15/2005 tentang Jalan Tol pada pasal 38 ayat 1.
Sementara itu pelaksana proyek Suramadu telah melakukan uji coba sepeda motor melintasi Suramadu pada lajur khusus motor di Causeway sisi Surabaya dan hasilnya aman tidak ada persoalan.
Suramadu sendiri rencananya bakal diresmikan pada 10 Juni 2009, karena progresnya kini telah mencapai 96%.

Minta Diperhatikan
Sekitar 6.000 pelaku usaha yang hidupnya tergantung pada industri penyeberangan Ujung-Kamal meminta pemerintah untuk memperhatikan nasibnya terkait dengan akan dioperasikannya Suramadu.
“Pemerintah mesti adil, nasib para pedagang yang telah puluhan tahun menggantungkan nasibnya pada keberadaan penyeberangan Ujung-Kamal harus juga dipikirkan. Jangan sampai dengan beroperasinya Suramadu, nasib pedagang jadi penganguran karena tidak ada pembeli yang diakibatkan menurunnya penumpang kapal,” kata Rohman, pedagang asongan di dermaga Ujung Surabaya, belum lama ini.
Sikap yang sama disampaikan Ketua Gapasdap Jatim Bambang Harjo. Pihaknya berharap pemerintah juga dapat memberikan solusi yang relatif adil terhadap industri penyeberangan pasca Suramadu beroperasi.

Akan Dibicarakan
Wakil Ketua Komisi V Taufikkurrahman Saleh menyatakan pihaknya akan berupaya menjembantani persoalan yang membelit pelaku usaha yang menggantungkan hidupnya pada industri penyeberangan Ujung-Kamal.
“Komisi V akan meng agendakan hearing dengan semua pihak yang terkait dengan Suramadu termasuk industri penyeberangan dan pelaku usaha yang akan terkena dampak atas beroperasinya jembatan itu. Harus dicari solusi yang win-win solution, sehingga jangan sampai beroperasinya jembatan malah menyengsarakan masyarakat,” kata Taufik kepada pers, belum lama ini.

ruas tol

Progres Tol Masih Lambat
Progres pembangunan sejumlah ruas tol di Jawa Timur masih terkendala pada proses pembebasan lahan sehingga cenderung melambat dari jadwal tahapan yang telah ditetapkan.
Beberapa ruas tol yang masih terkendala proses pembebasan lahan meski telah ada proses konstruksi diantaranya ruas tol Surabaya-Mojokerto (Sumo/37 km), Mojokerto-Kertosono (Moker/42 km), Gempol-Pandaan (Gepan/13 km), Gempol-Pasuruan (Gepas/32 km).
Sedangkan tol pengganti Porong-Gempol (10 km) dipastikan akan segera ber langsung tahapan konstruksinya pada awal Juni 2009 setelah pemerintah memastikan diperbolehkannya kebijakan konsinyasi diterapkan meski lahan yang terbebaskan baru mencapai 61% dari 132 hektare yang dibutuhkan.
Kepastian kondisi progres tol itu tersampaikan dalam forum evaluasi dan progres ruas tol di Jatim, akhir pekan lalu.
“Progres sejumlah ruas tol di Jatim memang rata-rata masih terkendala pada proses pembebasan lahan. Untuk itu Pemprov Jatim akan terus mendorong agar persoalan yang terjadi di lapangan termasuk dengan pendanaan dapat segera terurai sehingga pembangunan konstruksinya dapat segera dilaksanakan dan terseesaikan,” kata  Gubernur  JATIM  Soekarwo.
kepada pers pada forum tersebut.
Soekarwo menerangkan khusus untuk pembangunan tol pengganti ruas Porong-Gempol 10 km konstruksinya akan dimulai bulan depan.
“Tol Porong-Gempol kontruksinya insyaAllah akan dimulai pada 8 Juni 2009 dan diharapkan dapat selesai tahun depan dengan masa pengerjaan 1 tahun. Proses pembebasan lahan tidak ada lagi masalah karena telah ada petunjuk dari pemerintah pusat untuk segera melakukan konsinyasi meski belum 75%,” ujarnya.
Sedangkan progres tol Surabaya-Mojokerto, munurut dia, kini telah dalam tahap pengerjaan konstruksi khususnya untuk seksi IA Waru-Sepanjang konstruksinya telah mencapai 24% atau bila dihitung secara total konstruksi baru mencapai 4,6%.
“Progres ruas tol Sumo ini kini masih berada pengerjaannya di seksi IA [Waru-Sepanjang],soal pembebasan lahan juga masih banyak kendalanya. Khusus untuk proses pembebasan lahan di Mojokerto akan didorong dengan melibatkan pemkab setempat. Harapannya tol Sumo dapat beroperasi pada 2011,”
Tol Sumo ditaksir menelan investasi Rp2,95 triliun dan diharapkan dapat menampung volume lalu lintas 23.691 kendaraan per hari.
Soekarwo menjelaskan untuk tol Gempol-Pandaan sepanjang 13 km kini proses pembebasan lahannya telah mencapai 76%, ada sisa sekitar 24% lahan yang belum dibebaskan yang terdiri atas 10% tanah kas desa dan 13% tanah warga yang mencapai luas 12,7 hektare.
“Harapannya pada September 2009 proses pembebasan lahan dapat tuntas sehingga bisa segera melakukan proses pembangunan konstruksi fisiknya,” tegasnya.
Khusus untuk tol Gempol-Pasuruan, menurut Soekarwo, akan segera dimulai proses konstruksinya pada seksi I Gempol-Rembang pada tahun ini. Total investasi tol Gempol-Pasuruan mencapai 2,6 triliun untuk 34 km yang diharapkan dapat menampung rata-rata kendaraan per hari sebesar 19.000 unit. (wartagafeksi/hd)


______________________________

sertijab

SERTIJAB KABIRO HUKUM PELINDO III

Memasuki bulan Mei 2009, Manajemen Pelindo III melakukan pergerakan gerbong jabatan atau serah terima jabatan dilingkungan PT Pelindo III, Menurut Suprihat, Direktur Utama Pelindo III bahwa sertijab ini lebih banyak pertukaran tempat hal ini sebagai pemantapan dalam karier serta penguasaan yang lebih matang, sekaligus menguatkan struktur organisasi di jajaran Pelindo III khususnya di Kantor Pusat.
Adapun nama pejabat yang sertijab sbb :
nama pejabat

Menurut Suprihat, Direktur Utama, bahwa di tahun 2009, rencana investasi mencapai sekitar Rp.  1,2 Trilyun, hal ini untuk pengembangan sarana pelabuhan untuk mengantisipasi pertumbuhan bongkar muat baik di Tg Perak maupun di beberapa cabang lainnya, termasuk Teluk Lamong bahwa Pelindo III telah 'siap membangun dengan biaya sendiri. (Humas Pelindo III)

 


______________________________

tanau kupang

PROSPEK &  PELUANG  DI  TENAU  KUPANG
Pelabuhan cabang paling timur
dari Pelindo III ini, lebih berfungsi sebagai
pelabuhan bongkar. Bagaimana potensi andalannya ?

Bila Propinsi Timor Timur masih gabung dengan NKRI, Andai saja pulau diujung timur yang kaya cadangan minyak di batas negara Indonesia-Australia-Timor Leste tersebut jadi digarap, maka seharusnya pelabuhan Tenau Kupang akan menjadi basis logistic untuk eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi yang sangat potensial. Untuk mengantisipasi hal itu, PT Elnusa selaku anak perusahaan BUMN Perminyakan, sudah mempersiapkan dermaga yang cukup representatif berdampingan dengan dermaga pelabuhan umum. Diharapkan pula, industri minyak di Celah Timor ini akan menjadi  pemicu
industri di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan (eks) Timor Timur, yang tertinggal dibanding dengan daerah lain, kondisi eksisting PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tenau Kupang dengan fasilitas dermaga dan kolam yang cukup memadai, namun  hinterlandnya belum maksimal mendorong pertumbuhan.

Pelabuhan  Pindahan
Pada mulanya, ibukota Provinsi NTT mempunyai pelabuhan di dalam kota Kupang. Tetapi keberadaannya kurang efektif, karena hanya dapat dioperasikan pada bulan-bulan tertentu. Bila musim barat tiba, seluruh kegiatan bongkar muat di pelabuhan Kupang harus dihentikan. Karenanya sejak tahun 1960 muncul keinginan untuk membangun pelabuhan baru yang cukup aman. Yang menjadi pilihan adalah daerah Tenau di kelurahan Alak, 12 Km selatan kota Kupang. Lokasinya yang terlindung oleh Pulau Simau, dinilai cukup ideal untuk kegiatan pelayanan kapal dan barang sepanjang tahun.
 Pembangunan pelabuhan baru tersebut dimulai tahun 1961 dengan survai lapangan dan diusul dengan pemetaan dan kajian hidrograpi dan hidrologi. Pembangunan phisik mulai dikerjakan tahun 1964 dengan dermaga awal sepanjang 23 meter, yang diperpanjang tahun 1982 menjadi 223 meter. Pengembangan lainnya, tahun 1990 dermaga terminal sepanjang 100 meter selesai dibangun, menyusul kemudian pada tahun 1996 dibangun dermaga pelayaran rakyat sepanjang 50 meter dan pada tahun 2003 dilengkapi dengan penambahan dermaga multipurpose sepanjang 237,45 meter.

tabel

Berdasar  SK Menhub No.KM22/1990 tanggal 7 Maret 1990 Tenau Kupang ditetapkan sebagai pelabuhan wajib pandu Kelas III. Daerah kerja daratan mendapat status tanah HPL berdasar sertifikat No.5 tahun 2003 tanggal 13 Desember 2005 dengan luar areal 323.770 meter2. Wilayah DLKR dan DLKP Pelabuhan Tenau Kupang, berdasar SK Menhub No.KM 5/2002 tanggal 18 Januari 2002. Sejak tahun 1997, Pelindo III Cabang Tenau Kupang memiliki dua Pelabuhan Kawasan, yaitu Kawasan Waingapu dai Pulau Sumba dan Kawasan Kalabhi di pulau Alor.
Menurut Iwan Sabatini, Kahumas Pelindo III bahwa , pertumbuhan pelabuhan Tenau Kupang masih belum seperti yang diharapkan. Memang beberapa waktu lalu muncul wacana menjadikan pelabuhan ini “hub port” dan “gateway” untuk Kawasan Timur Indonesia. Tetapi belum maksimal sesuai harapan.
Sebenarnya Pemprov NTT sudah sejak lama mendambakan adanya industri sebagai penggerak perekonomian daerahnya. Dengan membangun Kawasan Industri Bolok serta mendorong keberadaan pabrik semen yang dioperasikan PT Semen Kupang, Pemprov NTT ingin daerahnya mampu menjangkau kesetaraan dengan daerah-daerah lain.
Pabrik Semen yang pernah jadi kebanggaan masyarakat NTT, sejak tiga tahun lalu sudah menghentikan aktifitasnya dan meninggalkan ratusan tenaga kerja. Sampai dengan tahun 2003, semen yang diproduksi di Kupang tak hanya mampu memasok kebutuhan local Provinsi NTT, tetapi   juga   sempat   mengisi   kebutuhan   untukdaerah lain seperti Papua dan Maluku Tenggara. Tetapi saat ini, kebutuhan semen di kota Kupang justru dipasok dari luar, dengan produk bermerek Semen Gresik, Tiga Roda, Semen Tonasa dll.
Akibat dari kondisi tersebut, maka Pelabuhan Tenau Kupang saat ini lebih berperan sebagai pelabuhan bongkar, sementara komoditas yang dimuat tidak signifikan. Karenanya sejak tahun 2005, arus kapal terus menerus terjadi penurunan dari segi unit maupun GT.
Membangun Sinergi
Menurut Iwan Sabatini, Kahumas Pelindo III, bahwa meskipun saat ini masih belum terjadi pertumbuhan yang signifikan di sektor ekonomi daerah, diharapkan Pemerintah Propinsi NTT dapat memajukan daerahnya, seperti meluncurkan program meningkatkan sektor perhubungan agar terjadi kemudahan akses NTT dengan daerah lain dan dalam sub-sektor perhubungan laut Pemprov agar dapt mendorong ditingkatkannya pelabuhan-pelabuhan di Kupang, Maumere maupun pelabuhan kawasan, agar Tenau Kupang dapat menyamai prestasi sepert BJTI, TPKS dan TPS.
Menurut Wahyu Suparyono, Direktur Keuangan Pelindo III bahwa Pelindo III Cabang Tenau Kupang telah melakukan Corporate Social Responsibility (PKBL) terhadap daerah sekitarnya dengan melaksanakan kan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, Penanaman pohon di sekitar pelabuhan, membangun sekolah Barunawati, membantu rumah baca di Namosain, memberi bantuan air bersih bagi warga kelurahan Alak, membuka peluang penarikan retribusi parkir di pelabuhan dan menjadi pembayar Pajak Bumi dan Bangunan yang cukup potensial.  Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di Cabang Tenau Kupang sudah digulirkan sejak tahun 1996 dengan dana tersalur Rp.4.635.500.000 dengan mitra binaan sebanyak 473. Untuk tahun 2008 lalu, untuk program kemitraan tersalur Rp.692 juta dan bina lingkungan sebesar Rp.383 juta, yang dialokasikan untuk perbaikan masjid, gereja, panti asuhan dan bakti sosial. Sejalan dengan program pemerintah menanam sejuta pohon dan menerapkan semboyan Green port and Clean sea, di Pelabuhan Tenau beberapa waktu lalu telah ditanam pohon penghijauan yang terdiri dari Angsana, Jati lokal, Jati emas, Sengon, Asam, Mahoni dan Kelapa.
“Dalam rangka ikut mencerdaskan bangsa, Pelindo III Cabang Tenau Kupang telah mempunyai Taman Kanak-kanak Barunawati yang dalam tahun 2008 lalu telah selesai direhabilitasi, dan kini mempunyai 74 anak didik, serta membangun rumah baca” imbuh GM Tenau Kupang, yang juga menjelaskan bahwa dalam rangka kewajiban memberikan kontribusi kepada daerah, Pelindo III Cabang Tenau Kupang merupakan pembayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) yang cukup potensial, dengan besaran Rp.75.942.268.
Mengemas Petikemas
Menurut Iwan Sabatini, Kahumas Pelindo III, meskipun potensi hinterland Pelabuhan Tenau Kupang belum mendukung, tetapi saat ini pelabuhan ini sudah membuktikan diri sebagai gerbang masuk barang-barang kebutuhan pokok yang dikirim denggan petikemas. Bila pada awal dilaksanakan layanan petikemas tahun 1996 baru terjadi arus petikemas sebesar 495 box/TEU's, maka sekarang sudah tercapai troughput 37.137 box/37.138 TEU's, seperti tampak pada data kunjungan kapal, arus barang, arus petikemas dan arus penumpang sbb: (periksa dibawah ini. (Humas.Pelindo III)

kunjungan kapal

__________________________________________

peserta kursus

Peserta Kursus (DANGEROUS GOODS REGULATION)
GAFEKSI Perwakilan Khusus Juanda, merealisasikan Program Kerja Tahun   2009 yang telah dicanangkan, yaitu menyelenggarakan Dangerous Goods Regulation (DGR) bekerja sama dengan MS Traning, mulai tanggal 30 Maret – 4 April 2009.
Pelatihan yang diselenggarakan rutin di setiap tahunnya ini, diikuti oleh 22 orang peserta. Peserta dari perusahaan anggota GAFEKSI sebanyak 15 orang sedangkan dari PT Pos Indonesia dan PT Angkasa Pura Juanda sebanyak 7 peserta.
Seluruh bahan materi pelatihan ini dari fasilitator Garuda Indonesia Training Center Jakarta. Peserta pelatihan ini dinyatakan lulus semua dan mendapatkan Sertifikat dari Garuda Indonesia Training Center yang sudah diakreditasi oleh IATA (International Air Transport Association) dan Linsence A dari Direktorat Keamanan Penerbangan Departemen Perhubungan RI. (ima-mei'09)

 
< Prev   Next >

http://www.gafeksi.or.id, Powered by Joomla and Designed by SiteGround web hosting